
RENUNGAN MINGGU BIASA KE -20 TAHUN LITURGY
(YER 38: 4-6, IBR 12: 1-4, LUK 12 : 49-53)
KESATUAN DAN KASIH TUHAN
Setiap kita pastinya menginginkan kehidupan yang penuh bahagia dan damai sejahtera, sehingga kita akan berusaha untuk menghindari pertentangan dan ketegangan dengan cara menyelesaikan setiap persoalan, permasalahan dan mencari penyelesaian yang tepat.
Berbeza dengan firman Tuhan Yesus pada hari minggu ini, ‘kamu menyangka bahawa Aku datang untuk membawa damai diatas bumi? Bukan, kataku kepadamu, bukan damai, melainkan pertentangan.’ Bahkan Tuhan Yesus berkata, ‘Aku datang melemparkan api ke bumi dan betapa Ku inginkan agar api itu selalu menyala.’
Nah, apakah maksudnya? Apakah Yesus mau mengacaukan keluarga? Apakah Yesus mengacaukan masyarakat ? Tentu tidak. Sebelum Yesus datang ke dunia, masyarakat sudah kacau .Sebelum Yesus datang ke keluarga kita, keluarga kita pun sudah mengalami kekacauan, sebab kekacauan ataupun perpecahan itu sudah terjadi dalam hidup manusia.
Dalam Alkitab api adalah lambang Roh Kudus yang diutus oleh Allah, maka api yang dimaksudkan oleh Yesus, bukanlah api yang membinasakan, tetapi api yang akan memberi kehidupan kepada kita sebagai umat Allah. Kemudian pertentangan atau perpecahan yang dimaksudkan oleh Yesus ialah sebuah nasihat kepada muridnya bahawa adanya perubahan apabila kita mau mencintai dan mengikutinya.
Pertentangan atau perpecahan ini timbul dari orang-orang yang menolak untuk mengikuti Yesus bahkan orang –orang yang terdekat dengan kita yakni keluarga kita sendiri.
Saudara sekalian, melalui bacaan-bacaan hari ini, kita dijemput untuk lebih mengenali dan mencintai Allah melalui Yesus Kristus yang diutus untuk menyelamatkan serta membebaskan kita dari dosa, supaya kita mampu menjadi orang yang membawa damai dan menjadi penyebar berkat kepada semua orang.
KAT.STEVEN TUYANG