
RENUNGAN HARI Minngu 3 Paskah Tahun A
Tarikh :19. 04. 2026
Pembacaan Pertama : Kisah Para Rasul 2: 14. 22-23
Pembacaan Kedua : Surat Pertama Rasul Paulus 1:17-21
Gospel : Lukas 24:13-35
Saudara-saudari yang terkasih dalam Kristus,
Hari ini kita merenungkan bacaan yang mempunyai makna yang sangat kaya. Ketiga tiga bacaan ini saling berkaitan dalam menguatkan iman kita melalui kebangkitan Yesus Kristus dan panggilan kita sebagai Pengikut-Nya.
Melalui bacaan pertama, kita melihat keberanian Petrus yang berdiri di tengah-tengah orang banyak, memberi kesaksian tentang Yesus. Ia menyatakan dengan tegas bahwa Yesus yang mati diatas salib adalah Tuhan yang telah dibangkitkan.
Bacaan ini mengingatkan kita bahawa iman kita bermula dan berakar pada realiti yang telah berlaku : bahwa Yesus yang mati di kayu salib adalah juru selamat yang bangkit dan hidup. Melalui bacaan ini, kita juga diingatkan untuk menjadi saksi kebangkitan Yesus. Pertanyaannya adalah: Bagaimanakah kita dapat bersaksi? Adakah kehidupan seharian kita mencerminkan kasih? Adakah pengharapan dan sukacita yang kita terima ini, baik melalui tindakan atau kata kata kita, dapat kita tunjukkan kepada orang lain?
Dalam Bacaan Ke dua pada hari ini kita diajak untuk merenungkan erti dari hidup yang telah diubah melalui kebangkitan Yesus. Petrus menekankan bahwa kita telah ditebus oleh darah Kristus yang berharga dan ini menunjukkan bahawa Tuhan sangat mengasihi kita. Oleh karena itu, kita dipanggil untuk hidup dalam ketaatan, menjauhi hidup yang sia-sia, dan mencari kebenaran.
Sebagai umat yang telah ditebus, mari kita berkomitmen untuk hidup dalam kesucian dan ketaatan. Ini bererti kita tidak hanya menjauhi dosa, tetapi juga aktif melakukan kebaikan. Mulakan dengan menunjukkan kebaikan Kita dengan hal hal kecil seperti membantu sesama, mendengarkan orang lain, atau bahkan berdoa untuk mereka yang memerlukan. Tindakan tindakan seperti ini akan mewujudkan satu perasaan kesurgaan dan dapat memberi kegembiraan serta damai kepada orang orang yang ada disekeliling kita.
Manakala Bacaan Injil hari ini mengajak kita untuk merenungkan sebuah kisah yang sangat menyentuh hati tentang dua murid yang berjalan menuju ke Emaus. Mereka berjalan dengan hati yang sedih dan kekecewaan serta hilang harapan disebabkan kematian Yesus. Dalam perjalanan itu Yesus berjalan bersama mereka namun mereka tidak mengenalinya
Namun, apabila Yesus menerangkan tentang Kitab Suci kepada mereka, hati mereka mulai berkobar. Dan akhirnya, semasa Yesus memecahkan roti, mata mereka terbuka dan masa itulah mereka mengenali-Nya. Tidak lama kemudian, Yesus menghilang, namun peristiwa yang mereka lihat telah menukarkan hidup mereka dari kekecewaan ke kegembiraan dan juga semangat. Mereka kembali ke Yerusalem dengan sukacita dan keberanian untuk memberitakan apa yang telah mereka lihat dan alami.
Kisah ini mengingatkan kita akan pengalaman kehidupan kita sendiri. Seringkali, kita juga berjalan dalam kegelapan, kita merasa putus asa, kebingungan , atau bahkan kehilangan harapan. Mata rohani kita mungkin ditutup oleh kesibukan seharian, kebimbangan, keraguan, atau kesedihan, sehingga kita tidak mampu melihat kehadiran Kristus yang sebenarnya selalu bersama kita.
Namun, melalui Sabda-Nya, seperti yang dilakukan oleh Yesus kepada kedua dua murid-Nya di Emaus, Dia membuka mata hati kita melalui perayaan Ekaristi, khususnya dalam pemecahan roti, dimana Yesus menyatakan diri-Nya kepada kita. Semua yang Yesus buat ini akan menjadikan Kepercayaan kita yang sudah sejuk akan terbakar kembali oleh api kasih-Nya.
Apa yang dapat kita lakukan setelah merenungkan bacaan ini? Pertama, kita perlu membuka hati untuk mengenali kehadiran Tuhan dalam hidup kita. Kita boleh membuka hati kita melalui doa, membaca Alkitab, dan sentiasa bersatu dengan sesama. Kedua, mari kita lebih peka terhadap keperluan orang-orang di sekitar kita. Kita juga dipanggil untuk “memecahkan roti”, yaitu membagaikan berkat yang kita terima, baik secara tindakan mahupun kerohanian.
Bacaan karangan Lukas ini mahu kita merenungkan bahwa meskipun ada saat-saat keraguan dan kebingungan, Yesus selalu ada di samping kita. Yesus berjanji untuk menyertai kita dan menghadirkan diri-Nya kepada kita ketika kita mencarinya dengan hati yang tulus. Mari kita buka mata dan hati kita agar dapat melihat dan mengalami kehadiran Tuhan yang hidup dalam setiap aspek kehidupan kita.
Saudara dan Saudari, Dalam minggu ke 3 Paskah ini marilah kita memohon agar Tuhan membuka mata kita yang tertutup, agar kita dapat mengenali-Nya dalam setiap langkah hidup kita, dalam setiap peristiwa, dan dalam setiap tingkah laku kehidupan kita seharian. Biarlah hati kita terbakar oleh api kasih-Nya, sehingga kita pun memiliki keberanian dan sukacita untuk menjadi saksi-saksi kebangkitan-Nya di dunia ini. Semoga kebangkitan Kristus senantiasa menginspirasi kita untuk hidup dalam pengharapan dan ketaatan.
Amen
Kat Justin Theodore Tambud